Laman

Selasa, 22 Maret 2011

Piramida Maslow dan Media Sosial

Well, ada hal unik yang gw temukan dalam membaca buku Pak Hermawan (Connect, Surfing New Wave Marketing), di bagian akhir Pak Hermawan menjelaskan mengenai peran Media Social dan Teori Humanistik yang ditemukan oleh Abraham Maslow pada abad 20. Sebuah teori 'tua' namun sangat mengaplikasi apa yang terjadi sekarang. Sebuah teori yang mempu melewati jauh sebelum teori itu ditemukan.

Sebenarnya yang menjadi fokus adalah bagaimana tren atau kecenderungan individu sekarang dalam penggunaan media sosial yang ada sekarang dengan kebutuhan dari seorang individu dan hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. 

Gambar di bawah ini adalah Teori Humanistik yang ditemukan oleh Abraham Maslow atau yang dikenal dengan Piramida Maslow. 
Teori ini menyimpulkan bahwa manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, kebutuhan dari tingkat yang paling bawah sampai tingkat yang paling tinggi. Tingkatan dalam kebutuhan manusia ini dapat dilihat sebagai berikut :
  1. Kebutuhan fisiologis / dasar, kebutuhan dasar manusia sandang, pangan dan papan termasuk kebutuhan sex,
  2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram, kebutuhan bebas dari rasa takut
  3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi atau yang dikenal dengan Social Needs
  4. Kebutuhan untuk dihargai (self esteem)
  5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (self actualization)
lalu apa hubungannya dengan media sosial ?
hubungannya adalah pada zaman yang dikenal dengan Web 2.0 dimana banyak sekali media sosial seperti Facebook, Twitter, Plurk, Tumblr, Youtube, Blog dll membuat seseorang dapat dengan mudah bersosialisasi dan mengapresiasi diri dengan dunia diluar dirinya.

Tidak heran sekarang perkembangam media sosial sangat pesat, karena pada dasarnya manusia memang butuh bersosialisasi untuk merasa di sayangi atau dicintai dan manusia berusaha untuk mendapatkan dan mengejar hal itu untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Kemudian setelah kebutuhan sosial ini dipenuhi maka kebutuhan untuk dihargai dan dihormati menjadi sesuatu yang dibutuhkan dan setelah itu kebutuhan untuk mengaktualisasi diri.

Namun, dengan perkembangan zaman tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat kebutuhan tadi tidak lagi berurutan untuk dipenuhi namun bisa saja melompati satu kebutuhan dengan yang lain tanpa harus memenuhi kebutuhan yang lain lagi. Hal ini diakibatkan perkembangan teknologi, sekali masuk ke dalam dunia maya sesorang bisa saja langsung mengaktualisasi dirinya sangat berbeda dengan jaman ketika teknologi belum berkembangan seperti sekarang, sangat sulit untuk mengaktualisasi diri dalam suatu hubungan sosial.

Menurut saya, inilah yang menyebabkan mengapa media sosial sangat jauh berkembang saat ini, karena akhirnya manusia menemukan media untuk dapat memenuhi kebutuhannya yaitu kebutuhan sosial, kepercayaan diri bahkan untuk mengatualisasi dirinya sendiri. Dan itulah manusia, kebutuhan untuk dilihat 'siapa saya' dan apa yang saya lakukan, apa yang saya sukai dan apa yang ada diri saya membuat dirinya perlu dan butuh untuk diaktualisasikan (dilihat dan diketahui) kepada dunia diluar dirinya. Itulah manusia, saya dan anda,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar