Suatu malam, waktu gw mau tidur, tiba-tiba hape bunyi dan ternyata dapat message dari seseorang dan akhirnya ngobrol singkat. Dia ajak gw ketemuan dengan gw, dan gw sepakati untuk meeting dengan dia sebelum makan siang, karena after lunch gw akan ke luar kota karena gw akan suvervisi suatu kegiatan disana.
Seperti biasa, di pagi hari, kehectican pasti melanda, apalagi di akhir quartal, dan gw lupa kalo gw ada meeting before lunch dengan seseorang. Gw sadar kalo ada meeting dengan seseorang karena satpam samperin gw, kalo ada tamu yang nunggu di ruang tamu mau ketemu gw. Dengan sigap, gw langsung ambil hape dan agenda untuk menemui orang itu.
Semua berjalan biasa aja, dan ga ada yang special dan gw tidak kepikiran apa-apa. Gw tetap membahas pekerjaan dengan dia dan basa-basi lainnya.
Pertemuan begitu singkat dan dia pamit, dan gw pun mengantar dia kedepan kantor, karena pikir gw, ketika gw sudah mengantar dia ke depan, gw bisa kembali ke meja gw dan 'bercumbu' lagi dengan pekerjaan gw.
Apa yang terjadi ?
Tiba-tiba dia mengeluarkan amplop, dia bilang itu ucapan terima kasih buat gw?
Ucapan terima kasih karena menurutnya gw sudah banyak membantu.
Gw ngomong ke dia, ga usah, karena itu sudah jadi kerjaan gw (job desc), jadi wajar aja gw membantu dan dari awal gw tidak kepikiran untuk dapet imbalan.
Dia ngotot mau kasih,
Akhirnya gw bilang, jangan mas, dari pada saya marah, mendingan di bawa pulang aja, dan kemudian di pamit.
Ketika gw naik tangga menuju meja gw, gw masih liat di belum balik dan masih di parkiran.
Dia BBM gw, mas? saya transfer aja gimana?
Mungkin menurutnya gw akan menerima, karena chat-nya bersipat pribadi, hanya dia dan gw yang tau, karena pada saat meeting gw ajak staff HRD yang baru, katanya mau belajar dengan gw, kalo meeting atau tamu dari luar.
Gw bales chat dengan dia, ga usah mas, terima kasih, karena semua yang gw lakukan adalah sesuai dengan jobdesc gw.
Mungkin menurut dia gw membantu dia pada saat proses penyelesaian pekerjaan, tapi menurut gw biasa aja, padahal gw sering telp or bbm dia untuk complain dan minta revisi pekerjaan. Jadi sebenernya tidak membantu apa-apa, tapi membantu dia untuk perbaikan qualitas, kalo qualitas dia bagus, kan dapat rekomendasi, itu aja.
Tapi, di mobil, gw tiba-tiba ngerasa sedih, inget kejadian itu, mungkin itu biasa dilakukan oleh orang-orang, toh bisa aja ga ada yang tau, tapi buat gw itu seperti direndahkan. Kenapa gw disamakan dengan orang-orang pada umumnya.
Tapi bukan salah dia juga, karena dia belum 'mengenal gw', dan gw yakin setelah ini dia tidak akan berani untuk melakukan hal yang sama ke gw. Karena peluang untuk ketemu dengan orang ini pasti masih besar, karena hasil pekerjaan dia kemarin bagus.
Siapa yang ga butuh duit? gw butuh duit, tapi itu bukan hak gw.
Sesuatu yang bukan milik gw, tetap bukan milik gw.
Yang jadi bagian gw, akan tetap jadi bagian gw, yang bukan, berarti bukan.
Dan jangan samakan gw dengan orang-orang pada umumnya!
Sesuatu yang lazim atau umumnya dilakukan orang yang belum tentu benar,
bukan berarti gw juga harus melakukannya kan!
Gw bukan sok suci atau sok benar, tapi hidup itu harus punya prinsip, dan gw memilih prinsip-prinsip gw sendiri yang gw yakini benar, dan gw bertanggung jawab atas semuanya itu.
Gw ga perduli, atas omongan orang atas prinsip hidup gw, yang penting gw berjalan di jalan gw dan di atas prinsip-prinsip hidup gw
Gw tau, akan semakin berat tantangan untuk integritas, dan gw belajar untuk setia pada hal-hal yang kecil, karena bagaiman orang setia pada hal besar kalo hal kecil saja dia tidak bisa setia.
May Jesus always bless me in everything that i do, amen
- orang yang tidak setia pada perkara yang kecil, tidak akan setia pada perkara yang besar-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar