Laman

Rabu, 21 Juli 2010

SEMUA TENTANG FITRI

Waktu itu hari Kamis pagi kira-kira jam 6, jam yang seharusnya gw masih tertidur pulas, dan sebuah sms masuk ke hp gw. Karena suara bunyi sms cukup nyaring akhirnya sms itu membangunkan gw, mau ngga mau gw terbangun. Dengan setengah semangat gw membaca, tapi dipikiran gw, siapa sih yang sms pagi-pagi gini, ga penting banget. Ternyata itu sms dari temen gw yang isinya cukup membuat gw "shock" berat. Ini isi sms nya :

"Saut,, gw mau ngomong serius ni ut,, sorry,, lu sudah bangun belum ya (dengan icon senyum)
ut.. bisa bantuin gw ga? kira-kira ga ya gw balik ke kantor lagi( maksudnya kantor dimana gw bekerja sekarang, dan dia dulu bekerja di sana juga).
Gw serius ut. gw kena masalah mood disana( ditempat dia yang baru). Kerjaan Gw ga beres banget. Mungkin karena bukan jiwa gw ya. gw keinget terus di kantor lama. Mau ngomong cuma malu. Gw udah mikir semuanya dan udah mikir konsekuensinya. Gapapa program gw banyak. Gapapa gw capek ut. Kira-kira lu bisa ga tanya ke kang **** atau siapa gitu ut. Pliss banget ut.. kan banyak kreatif yang keluar tu

Gila,, gw pagi-pagi dikasih hal yang cukup berat gini. Karena gw takut salah kasih saran, akhrinya agak siangan gw bales SMS dari Fitri.

Oke, sekarang kita bercerita tentang siapa Fitri dan masalah apa yang sedang dia hadapi, gw tertarik memasukan ini ke blog gw karena gw takut hal ini terjadi di gw juga.
Fitri (nama samaran) adalah seorang perempuan (tentunya karena namanya samarannya Fitri, kalo cowok aneh juga), lulusan dari universitas yang sama, angkatan yang sama dengan gw namun berbeda jurusan. Cewek yang cukup pinter, suka banget ngomong, kreatif dan banyak makan. Dia kalo udah makan banyaknya minta ampun, belum lagi tea time, makan buah dan minum susu (ini kalo dikantor lho, kalo dirumah gw ga tau, coba dibanyangin sendiri aja deh).

Gw dipertemukan sama Fitri karena kita sama-sama diterima sebagai kreatif di salah satu tv nasional swasta di Jakarta. Setelah hampir satu tahun kerja bareng, akhirnya di diterima di salah satu
Departemen nasional di Jakarta tentunya. Hal ini berarti menjadi seorang PNS, yes seorang PNS! Sebuah pekerjaan yang banyak diimpikan oleh banyak penduduk Indonesia, termasuk gw dulu, kalo sekarang, its a BIG NO NO (semoga gw ga nelen ludah sendiri).

Uh, kalo liat perjuangan fitri ikut CPNS, dahsyat banget deh pokoknya. Dia bawa buku ke kantor, dia coba hampir semua departemen yang buka dan CPNS Provinsi Jakarta. Semangatnya full banget, sementara gw, antara niat ga niat, gw coba cuma coba dua departemen saja, dan tentu saja semuanya gagal, hahahah, karena gw menulis blog ini gw masih di kantor yang lama sampai akhir bulan ini (thx God). And gimana hasilnya, Fitri diterima dua atau tiga departemen. Sebuah hal yang membanggakan bukan??. Dan Fitri pun memilih satu departemen yang menurut dia lebih bagus dari departemen yang lain.

Oh ya, yang menarik, Fitri punya cowok yang sangat baik, cowoknya Fitri ini membantu segala kebutuhan administrasi Fitri dalam mengikuti CPNS, mengantarkan dia tes dan lainnya.

Akhirnya, pada bulan Desember, Fitri keluar dari kantor dan sudah menjadi PNS. Kita menilai (semua orang barangkali), Fitri bakalan senang menjadi PNS. Itu juga ada di benak gw.
Namun,,
Apa arti sms itu,,
Fitri kok aneh, jadi PNS kan cita-cita banyak orang dan dia mengalahkan banyak orang untuk posisi itu,
Tapi sudahlah, siapa tau itu cuma curhatan Fitri untuk sementara (semoga).

Kemarin, saya bertemu dengan Fitri, dan akhirnya dia bercerita dengan cepat dan lugas apa yang dia alami.
Ternyata dia mengalami kejenuhan dan kebetean yang sangat luar biasa. fitri sering ditegur oleh atasannya gara-gara hal yang sepele, cuma fotokopi doang, dan dia ditegur gara-gara salah. hal yang sangat sepele untuk seorang fitri, hal ini katanya terjadi bukan cuma sekali. 

Menurut Fitri, dia sedang mengalami suatu beban yang harus diselesaikan. Menurut dia, pekerjaan itu bukan dia banget, pekerjaannya hanya fotokopi, mengetik form atau pekerjaan lainnya yang kurang memaksimalkan kemampuannya. Mengerjakan hal-hal yang sama untuk waktu yang lama dan lingkungan yang umurnya jauh berbeda dengan dia, tentu saja dengan topik pembicaraan yang sangat berbeda. Fitri nggak suka dengan keadaan ini.
Dan tau, apa yang di coba oleh Fitri untuk mengatasi hal ini. Dia pergi ke therapist untuk berkonsultasi. Therapist kasih dia solusi untuk cari kegiatan ekskul (kayak anak sma aja), dia harus cari pekerjaan lain yang dapat mengalihkan perhatian dia terhadap kebosanan dan kejenuhan. Therapist itu bilang,tidak ada gangguan apapun sama diri Fitri cuma dia mengalami kejenuhan dan menurut gw juga seperti itu.

Fitri curhat dengan menggebu-gebu dan gw agak ga tega mendengarnya. Gw kasih dia solusi untuk tidak keluar dari pekerjaannya sekarang, cari kegiatan lain aja menurut gw. Terserah deh mau jadi freelancer, menulis cerpen atau apalah. Gw juga kasih ide, dia beli modem dan mulai untuk ngeblog (kayak gw sekarang) atau buat online shop, terserah deh, yang penting Fitri ada kerjaan untuk mengalihkan perhatian dia.

Gila ga kalo dia keluar dari PNS, kerjaan yang bagus. Emang sih banyak PNS yang nggak efektif. Menurut gw, pekerjaan PNS itu adalah pekerjaan yang dikerjakan secara beramai-ramai, jadi job desc nya nggak jelas. Mungkin ada beberapa departemen yang sudah bisa profesional, tapi masih banyak juga departemen yang seperti Fitri ceritakan. Fitri jarang ada pekerjaan berat, dia hanya online, ngobrol dan gitu deh. hehehehhe

Menurut Fitri, setiap pagi, kalo mau ke kantor dia harus mensugesti dirinya untuk bisa semangat di kantor. Dan anehnya (menurut dia) sekarang dia makan nasi padang saja nggak habis (what??). Kemarin kita makan bareng dan dia nambah, katanya ini jarang terjadi di kantor dia. Mungkin dia ketemu gw yang makan banyak jadi dia semangat. hehehehehe

Menariknya lagi, bukan cuma Fitri yang mengalami hal ini, temen dia dikantor juga mengalami hal yang sama. Menjadi PNS tidak membuat mereka bahagia secara psikologi. kenapa ya (pura-pura bertanya).
and gw takut ini terjadi, akhirnya gw bersyukur gw tidak masuk di PNS di departemen di daerah Thamrin (awalnya sedih, skarang thanks God), tapi dulu gw masih bertanya kenapa gw gagal di tahap akhir di departemen yang di daerah Harmoni, padahal gw bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri. Mungkin niatnya udah salah kali ya.

Cerita Fitri ini menjadi suatu pembelajaran buat gw, sangat berharga,, terima kasih ya Fit (serasa Farel yang ngomong),,

Gw berharap Fitri bisa menemukan jalan hidupnya yang terbaik dan tidak salah memilih jalan,,
God bless you Fit,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar