Laman

Kamis, 01 Desember 2011

semuanya tergantung 'packaging'-nya

Suatu hari ada yang nanya ke gw, utt, menurut lo band jazz apa yang cocok buat event akhir tahun? 
trus gw kasih beberapa opsi yang gw tau, karena gw juga ga tau banyak tentang hal ini, gw sebut beberapa musisi jazz baik yang band atau solo.


Trus, gw ngusulin salah satu band yang menurut gw keren banget dan cocok buat event akhir tahun di club sambil minum-minum (nge-beer) dan menghabiskan masa-masa pergantian tahun. Gw sih ngebayanginnya keren dan band ini pasti keren banget, itu bayangan gw.


Tapi komentar apa yang gw terima, kayaknya ga bisa deh utt, karena baru-baru ini dia main disini dan dilapangan terbuka, kayaknya sudah ga ekslusif lagi. Akahirnya gw gak kasih komentar apa-apa lagi. Tapi ini jadi ngingetin gw tentang suatu yaitu ikan asin, kenapa ikan asin, mari kita mulai ceritanya,


Menurut gw, jaman sudah jauh berubah, dulu ketika orang kebanyakan gengsi mengenai suatu hal, sekarang banyak orang yang lebih suka pada suatu yang orisinil, orang lebih suka pada subjeknya bukan pada objeknya. Contoh, dahulu orang gengsi makan ikan asin, makan yang identik dengan makanan kelas bawah, tapi apa sekarang makanan ini banyak di jumpai, tapi dengan packaging yang berbeda yaitu yang disebut dengan Nasi Timbel (yang terdiri Nasi Putih, Tahu, Tempe, Ikan Asin, Sambel, Sayur Asem dll)
Atau contoh lainnya, tempe, dulu banyak orang yang sedikit gengsi dengan makanan ini, karena makanan ekonomi menengan kebawah, tapi apa yang terjadi sekarang?. Banyak orang yang sadar pola konsumsi yang salah karena banyak mengkonsumsi daging, carbo, minuman botol menimbulkan banyak penyakit dan banyak orang yang mengubah pola konsumsinya menjadi vegetarian atau tidak menjadi vegetarian tapi mengurangi banyak makan daging dan beralih kemakanan seperti tempe, tahu dll. Dan sekarang tempe bukan hanya sekedar tempe yang biasa di goreng atau di balado tapi sekarang tempe sudah banyak mengalami perubahan, seperti adanyanya steak tempe atau olahan-olehan lainnya yang berbahan dasar tempe.

Balik lagi ke topik awal, sebenrnya gak masalah band or penyanyi itu sudah pernah tampil dimana yang pasti ketika kita membungkusnya dengan menarik maka akan menjadi daya tarik sendiri tapi harus dibuat-buat ke'ekslusifan itu sendiri. Tapi ini juga tidak jadi pembenaran, karena kalau sudah berbicara mengenai produk (brand) pasti berbicara mengenai image dan personality brand. Hanya yang harus menjadi catatan adalah jangan membatasi brand atau terlalu kaku mengenai hal ini, tapi tetap sesuai dengan batasan-batasan yang sudah diberikan. 


au ah gelap, LOL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar